Setya Novanto Jadi Petani di Lapas Sukamiskin Bandung

0
117
Setya Novanto Jadi Petani di Lapas Sukamiskin Bandung. (Photo: Detik.com)

Jakarta – Terpidana kasus korupsi e-KTP Setya Novanto alias Setnov menjalani rutinitas baru sebagai petani di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Kota Bandung.

Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Rika Apriyanti menyebut itu merupakan bagian dari program pembinaan terhadap narapidana.

“Setnov bertani itu adalah bagian dari haknya untuk mendapat pembinaan, menjalani pembinaan kemandirian,” ujar dia, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (29/1).

Rika mengungkapkan pembinaan adalah program yang wajib diikuti oleh setiap narapidana di Lapas Sukamiskin. Pembinaan tersebut berkaitan dengan pembinaan kepribadian, yang meliputi kemandirian, spiritual, dan intelektual.

Dari sejumlah program pembinaan tersebut, Rika menyebut Setnov memilik program kemandirian lewat bercocok tanam atau menjadi petani. Setiap narapidana memang diberi hak untuk memilih salah satu program pembinaan tersebut.

“Dan dalam hal ini, pembinaan yang dipilih oleh Setnov adalah pembinaan kemandirian yaitu bercocok tanam, atau pertanian,” ujar Rika.

Menurut dia, program pembinaan kemandirian di bidang pertanian dapat mendukung industri di Lapas Sukamiskin.

Selain Setnov, sejumlah nama narapidana lain yang menjalani program serupa di antaranya, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, mantan Korlantas Polri Djoko Susilo, hingga eks Wali Kota Bandung Dada Rosada.

Setnov adalah narapidana kasus korupsi e-KTP yang divonis 15 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada April 2018.

Keberadaannya di Lapas Sukamiskin sempat menjadi sorotan usai Ombudsman menemukan sel yang dihuni Setnov lebih luas dari sel umumnya.

Sel Setnov juga terdiri dari dua lantai dan tidak sesuai standar sebagaimana sel lain, masih ada kitchen set dan tempat tidur milik pribadi, meski belakangan diketahui sel itu telah dibongkar.

Sumber: CNNIndonesia