Polisi Bongkar Penampungan PMI Ilegal di Batam, 6 Korban Berhasil Diselamatkan

0
147
Polisi Ungkap Penampungan PMI Ilegal di Batam, 6 Korban Berhasil Diselamatkan. (Photo: fik)

Batam – Polisi menemukan rumah penampungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal di Kota Batam. Enam orang perempuan asal Sumatera berhasil diselamatkan.

Kasubbit Penmas Bidhumas Polda Kepri, AKBP Imran, mengatakan tempat penampungan PMI ilegal ini diketahui berkat informasi yang diperoleh dari masyarakat.

“Tim Opsnal Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri memperoleh informasi bahwa ada beberapa orang calon PMI ilegal sedang ditampung di Perumahan Glory, Tanjung Riau, Sekupang,” ungkap Imran kepada wartawan, Selasa (26/1).

Enam orang calon PMI ilegal yang diselamatkan rencananya akan diberangkatkan untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia.

Satu orang dari mereka ditemukan polisi dalam sebuah rumah di perumahan tersebut. “Lima lainnya di Home Stay Mamora, Batam Center,” kata Imran didampingi Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Dhani Catra Nugraha.

Di lokasi tersebut, Imran melanjutkan, tim juga mengamankan satu orang perempuan berinisial NA alias N (37), pengurus PMI ilegal.

Adapun identitas enam orang korban yang berhasil diselamatkan tersebut yakni RS (50), EL (44), DC (21), ND (43), LM (30), dan HS (21).

Modus yang dilakukan NA alias N dijelaskan melakukan perekrutan terhadap para korban dengan mengiming-imingi gaji yang besar untuk dipekerjakan ke luar negeri.

“Barang bukti yang diamankan adalah 1 unit Hp dan 6 paspor PMI,” tambah Imran.

Pasal yang dipersangkakan adalah pasal 81 jo pasal 83 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang perlindungan PMI jo pasal 53 KUHPidana.

“Ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun, dan denda paling banyak Rp15 miliar,” kata dia.

Ia mengatakan penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi serta saksi ahli. “Berkoordinasi dengan BP2MI/P4TKI terkait penanganan dan pemulangan korban ke daerah asal,” tutupnya. (fik)