Kapal Keruk Tenggelam di Perairan Batam, 4 Kru Selamat

0
144
Ilustrasi kapal tenggelam. (Photo: Internet)

Batam – Insiden kapal tenggelam terjadi di perairan Batam, Provinsi Kepri, Minggu (13/12) kemarin. Kapal yang tenggelam dikabarkan kapal keruk berbendera Indonesia.

Dilansir CNNIndonesia.com, kapal keruk Trailing Suction Hopper Dredger (TSHD) King Richard X itu tenggelam di area berlabuh jangkar Batu Ampar.

Usai kapal itu tenggelam, pihak Kementerian Perhubungan langsung menerapkan oil boom untuk meminimalisasi terjadinya pencemaran laut.

Kapal ini dilaporkan berisi empat orang kru saat tenggelam. Mereka semuanya sudah dievakuasi oleh KRI Beladau untuk kemudian dimintai keterangan.

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kementerian Perhubungan, Ahmad dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/12), menjelaskan tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini.

“Masih dilakukan penyelidikan dengan meminta keterangan kru kapal mengenai penyebabnya,” kata Ahmad.

Menurut dia, kapal tenggelam karena mengalami kebocoran dan menyebabkam kemiringan hingga 5 derajat. Ketika kemiringan mencapai 12 derajat, awak kapal langsung dievakuasi.

Kapal ini kata dia tenggelam pada posisi 01° 09′ 30” N/ 103° 56′ 48 E pukul 23.00 sampai 00.00 WIB. Saat ini kapal masih berada di perairan dan sudah dipasang penanda untuk segera dievakuasi.

Ahmad mengatakan hingga kini pihaknya masih menyelidiki penyebab dari tenggelamnya kapal tersebut. Dan vakuasi diharapkan dapat berlangsung secepatnya agar tidak mengganggu lalu lintas pelayaran.

Tim Reaksi Cepat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan telah mengerahkan empat armada untuk meminimalisasi pencemaran laut karena tumpahan minyak.

Armada tersebut yakni KN. Trisula P.111, KN. Rantos P.210, KN. Kalimasadha P.115 dan armada kapal patroli dari KSOP Khusus Batam.

“Kami langsung bergerak cepat melakukan penggelaran oil boom oleh KN. Trisula P.111 dari Pangkalan PLP Tanjung Uban, KSOP Khusus Batam dan dibantu oleh owner kapal TSHD King Richard X,” tuturnya.

“Hal ini harus segera dilakukan guna mengantisipasi pencemaran minyak di laut lebih luas, mengingat lokasi Batam berhadapan langsung dengan Singapura, penanganan harus komprehensif termasuk untuk salvage kapal TSHD King Richard X, sehingga tumpahan minyak dapat dilokasir dan tertangani dengan baik,” urai dia.

Pihak pemilik kapal, lanjut dia, juga sudah bersurat langsung kepada Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Pinang agar membuat rambu penanda untuk kerangka kapal, dan telah berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam.

Sumber: CNNIndonesia.com