Bayar Ongkos Trans Batam Kini Bisa Pakai QRIS

0
124

Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kepri meluncurkan Quick Response Indonesian Standard (QRIS) untuk sistem pembayaran Trans Batam.

Dengan menggunakan QRIS, masyarakat akan semakin mudah melakukan pembayaran saat menggunakan transportasi umum Trans Batam

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengapresiasi inovasi sistem pembayaran nontunai.

Hal itu dinilai menjadi bagian upaya Pemko Batam untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sebab, sejak awal Pemko Batam memang terus mendorong penggunaan transaksi nontunai.

“Tak hanya di Dinas Perhubungan, tapi semua OPD yang berkaitan dengan PAD kita dorong untuk nontunai,” kata Amsakar di Batam Center, Kamis (25/9).

Dijelaskannya bahwa pemanfaatan elektronifikasi ini membuat PAD sangat tinggi karena ada efisiensi aman dan terjangkau.

Sehingga, kata dia, bisa mengoptimalisasi sumber PAD. Itu sebabnya selama ini terus berupaya untuk meningkatkan transaksi nontunai.

Pemko Batam (Pemko) Batam sebelumnya juga telah menerapkan transaksi nontunai untuk pembayaran pajak pada hotel dan restoran dengan menggunakan tapping box yang bekerjasama dengan Bank Riau Kepri.

Kemudian juga terkait lelang elektronik, Kota Batam dikatakan juga menjadi salah satu kota pertama yang merapikan hal itu.

“Artinya tekad untuk menuju smart city dan tata kelola pemerintahan yang baik sudah lama kita upayakan untuk bisa diwujudkan,” jelasnya.

Kepala KPw BI Kepri, Musni Hardi mengatakan QRIS adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code.

QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

“Semua Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran seperti Gopay, Ovo, Dana, Shopeepay atau LinkAja yang menggunakan QR Code Pembayaran saat ini wajib menerapkan QRIS,” katanya.

Karena itu dengan menggunakan QRIS, sistem pembayaran di Trans Batam tentu akan semakin mudah. Sebab, masyarakat cukup menggunakan satu barcode, tiket akan langsung ke luar.

Hal ini juga menjadi salah satu dasar bagi BI terus mendorong Pemko Batam untuk penggunakan sistem pembayaran non tunai.

“Kami meyakini dengan transformasi ke arah nontunai, akan mendorong proses digitalisasi di daerah serta berpotensi meningkatkan PAD,” jelasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin, Kepala Dinas Kominfo Azril Apriansyah, Kepala BP2RD Raja Azmansyah, Kepala Dishub Batam Rustam Effendi dan Kepala Disnaker Rudi Sakyakirti. (mcb)