Hati-hati, Sering Mimisan Ternyata Bisa Menjadi Tanda Dari Kelima Penyakit Ini Loh

0
139
WARTASIBER.COM, Mimisan merupakan peristiwa yang ditandai dengan keluarnya darah dari hidung manusia. Meskipun sering terjadi dikehidupan sehari-hari, namun jangan pernah menyepelekan masalah mimisan. Siapa sangka jika mimisan menjadi tanda beberapa penyakit berbahaya. Apalagi jika mimisan datang tiba-tiba dan tanpa disertai gejala sakit yang lainnya. Jika mimisan terjadi bukan karena hidung terbentur, itu bisa menjadi tanda dari lima penyakit berbahaya nan mematikan ini: 1. Sinusitis Akut Sinus yang meradang dan membengkak bisa menyebabkan penumpukan lendir. Ini juga membuatmu sulit bernapas hingga Anda cenderung meniupkan udara keluar dari hidung dengan kencang. Saat itulah pembuluh darah kecil di hidung kamu pecah dan menyebabkan mimisan. 2. Tumor Hidung dan Parasanal Sering mimisan bersama dengan lendir bernoda darah dari hidung bisa jadi satu tanda tumor hidung. Biasanya diikuti dengan hidung tersumbat, tak bisa membaui, mati rasa pada gigi, nyeri di dekat mata dan ada campuran nanah keluar dari hidung. 3. Polip hidung Pertumbuhan jaringan lembut dalam saluran hidung disebut polip. Polip bukanlah kanker. Biasanya disebabkan karena peradangan dari asma atau alergi. Saat polip makin besar, biasanya akan membuat hidung lebih sering mimisan. Untuk memastikannya, Anda bisa periksa ke dokter THT dan menjalani pengecekan menyeluruh. 4. Penyakit darah Hemofilia Hemofilia adalah kondisi di mana kemampuan pembekuan darah sangat berkurang. Hemofilia termasuk kelainan sel darah yang bisa diturunkan. Orang dengan hemofilia sebaiknya tidak terluka, sebab luka kecil saja bisa menimbulkan pendarahan hebat. Imbasnya, sel darah merah bisa berkurang drastis dan tubuh makin lemas. 5. Leukimia Leukimia juga bisa menyebabkan pendarahan hebat pada penderitanya. Mimisan termasuk satu tanda awal leukimia. Jika tidak ada luka yang dirasakan namun hidung mimisan hebat, sebaiknya Anda lebih waspada. Bisa jadi itu satu tanda, jumlah sel darah putih dalam tubuh lebih banyak dari sel darah merah. Dilansir melalui : Tribunnews dan Wartakepri