Warga Dapur 12 Batam Lega Baru Dapat Sosialisasi Covid-19

0
120

BATAM – Tim Bersatu Lawan Covid-19 (BLC) Kepri-Batam di bawah instruksi Satgas Provinsi Kepri melakukan sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan di Kampung Tua Dapur 12, Kelurahan Sagulung, Kecamatan Sagulung, Batam, Sabtu (8/8).

Meski wabah Covid-19 melanda Kepri hampir 6 bulan, tetapi warga setempat mengaku baru pertama kali mendapatkan sosialisasi dan edukasi dari pemerintah.

“Makanya tim BLC lebih fokus pada sosialisasi, edukasi dan trauma healing. Karena itu kami turun ke lapangan membantu program tersebut,” kata tenaga medis dari tim BLC, dr. Frianto Ismail.

Frianto mengatakan sangat paham atas keterbatasan pemerintah dalam melakukan sosialisasi, edukasi dan trauma healing di tengah masyarakat.

Menurutnya, terlalu banyak hal yang harus diurus pemerintah terkait pandemi ini. Karena itu, guna meringankan tugas tersebut, tim BLC tiap hari melakukan kegiatan serupa sembari membagikan masker.

Kedatangan tim BLC di Kampung Tua Dapur 12 ini disambut antusias oleh para ibu dan anak-anak di sana.
Berbagai pertanyaan dilontarkan masyarakat setempat kepada tim ini.

Mulai dari tentang pemakaian masker yang benar, bentuk penularan Covid-19, ciri-ciri orang yang terpapar, hingga bagaimana cara mengatasinya.

Tim BLC menjawab berbagai pertanyaan dengan memutarkan terlebih dulu video kisah nyata kasus orang yang terpapar Covid-19, termasuk mereka yang meninggal dunia akibat virus ini.

Sementara sosialisasi dan edukasi untuk anak-anak dilakukan dengan dongeng. Tim juga memutarkan video tokoh-tokoh kartun anak-anak, kemudian ada pula kegiatan mewarnai.

Sosialisasi dan edukasi Covid-19 untuk anak-anak ini diberikan oleh seorang Psikolog yang sekaligus relawan dari tim BLC, Bunda Rini (Rhini Eulis).

Rahmida salah seorang perangkat Rukun Tetangga (RT) di kelurahan itu mengungkapkan rasa bahagianya atas kegiatan sosialisasi dan edukasi yang dilakukan tim BLC bekerjasama dengan mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Jogjakarta itu.

Rahmida mengaku selama pandemi Covid-19 belum pernah mendapatkan sosialisasi dan edukasi dari pemerintah, baik itu mengenai wabah virus ini, maupun tentang ketangguhan ekonomi rumah tangga menghadapi pandemi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Kepri melalui tim BLC yang telah sampai ke kampung kami. Kami bersyukur sekali dapat banyak ilmu dan juga masker. Apalagi dapat ilmu untuk rencana membuat beberapa kerajinan yang bisa membantu ekonomi keluarga,” kata dia. (zul)