Heboh Predator Seksual yang Memiliki Fetish Melihat Korbannya Dibungkus Kain

0
150

WARTASIBER.COM, Beberapa hari belakangan heboh sebuah Thread di Twitter mengenai seseorang yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual oleh kakak tingkatnya di salah satu universitas di Surabaya.

Korban diminta untuk mencari seorang teman untuk membantu membungkus dirinya menggunakan lakban dan kain, dengan alasan sebagai objek penelitian oleh pelaku bernama Gilang. Setelah itu, korban diminta untuk merekam reaksinya saat dibungkus kain selama kurang lebih tiga jam.

Sesak nafas, panas, dalam tekanan kira-kita seperti itulah yang dialami korban MF (21). MF mengungkapkan, awalnya Gilang mengikuti akun Instagramnya sekitar setahun yang lalu. Namun sekitar sepekan yang lalu, Gilang baru mengirimkan pesan kepadanya melalui direct message.

Kemudian, Gilang meminta nomor whatsapp milik korban dan meminta korban untuk menjadi sebagai objek penelitiannya.

Awalnya, Gilang yang mengklaim sebagai mahasiswa Universitas Airlangga menjelaskan bahwa dirinya saat ini tengah mengerjakan riset tugas akhir, dan memerlukan bantuannya, sebagai objek penelitian dengan cara seluruh tubuhnya dibungkus dengan kain layaknya jenazah.

Awalnya, MF sempat menolak, namun dilihat dari percakapan Gilang tetap memaksa dan mengatakan bahwa ia memiliki penyakit fertigo.

Karena merasa iba, MF pun mau menuruti perintah Gilang. Dengan dibantu oleh seorang kawannya, tubuh MF kemudian dililit lakban, hingga mata dan mulutnya tertutup. Badannya lalu dibungkus jarik, rapat-rapat.

Apa yang dialami MF tersebut didokumentasikan oleh temannya. Foto dan videonya kemudian dikirimkan kepada Gilang, dengan dalih laporan penelitian.

“Ya sesak nafas, panas dan gerah,” katanya.

Hal itu dialami MF bahkan sampai tiga jam lamanya. Selama itu pula MF merasakan hal yang tak nyaman, ia mengaku sulit bernafas, panas dan tubuhnya sesak. Ia geram pada Gilang.

Selain MF, Gilang ternyata meminta teman-teman MF yang baru datang melakukan hal yang sama. Gilang pun sempat mengirimkan beberapa pesan bernada godaan kepada MF. Tak hanya itu, Gilang malah meminta MF mengulangi adegannya dari awal karena terjadi kesalahan. Karena curiga dan takut, MF akhirnya menghentikan hal tersebut.

Ternyata tak hanya MF dan teman-temannya, beberapa korban lainnya pun muncul dan membuka suara akan kejadian yang serupa. Perilaku tersebut disebut sebagai fetish, dimana pelaku merasa puas secara seksual saat melihat korbannya dibungkus oleh kain dan tidak bisa bergerak. Tak hanya MF, beberapa korban diantaranya ternyata merupakan siswa SMA. Atas kejadian tersebut MF berharap agar Gilang mendapatkan hukuman setimpal.

 

Dilansir melalui: CNN Indonesia