Kapal Ikan Vietnam Tabrakan, 2 ABK Mengapung di Laut Anambas

0
104

ANAMBAS – Nelayan di Kepulauan Anambas menemukan dua orang warga negara (WN) Vietnam mengapung di laut, Selasa (28/7).

Kedua WN Vietnam yang ditemukan pencari ikan di KM. Sinar Nelayan itu adalah Buoi Van Teuing (41), dan Tran Nguyen Thanh (41).

Mereka ditemukan dalam keadaan masih hidup sekitar 170 mil utara perairan Kepulauan Anambas.

Nelayan kemudian mengevakuasi keduanya ke daratan Kabupaten Kepulauan Anambas. Mereka diserahkan ke Lanal Tarempa.

Dua WN Vietnam ini diduga merupakan anak buah kapal (ABK) kapal ikan asing (KIA) yang mengalami kecelakaan di laut.

Juru bahasa Lanal Tarempa, Efendi mengatakan kru KIA tanpa nama asal Vietnam itu berjumlah 7 orang. Itu diketahuinya dari keterangan kedua korban yang selamat.

“Krunya diketahui berjumlah 7 orang WN Vietnam, 2 orang selamat, dan 5 lainnya tidak diketahui keberadaannya,” kata Efendi menjelaskan, Rabu (29/7).

Berdasarkan keterangan kedua korban yang selamat, KIA yang ditumpanginya berlayar dari Vietnam pada tanggal 2 Mei 2020.

Mereka melaksanakan kegiatan penangkapan ikan di laut kurang lebih selama 2 bulan, dan sekitar tanggal 16 Juli 2020 kapal tertabrak oleh kapal lain yang tidak diketahui identitasnya oleh kedua korban.

“Status kedua WN Vietnam ini sebagai ABK kapal yang selamat atas kejadian laka laut,” ucap Efendi menambahkan.

Lanal Tarempa menyerahkan kedua WN Vietnam yang selamat tersebut ke pihak Imigrasi untuk proses deportasi ke negara asal mereka.

Lanal Tarempa menduga KIA Vietnam yang ditumpangi kedua korban melaksanakan kegiatan penangkapan ikan di alur pelayaran internasional, sehingga dimungkinkan tertabrak oleh kapal lainnya yang melintas di jalur tersebut.

Lanal Tarempa terus menjalin koordinasi dengan kapal-kapal ikan Indonesia yang beroperasi di wilayah perairan Natuna Utara dan Kepulauan Anambas guna laporan dini apabila diketemukan hal-hal yang ganjil di laut.

Danlanal Tarempa, Letkol Laut (P) Erfan Indra Darmawan memastikan kedua WN Vietnam yang ditemukan itu merupakan korban kecelakaan laut.

“Bukan sebagai tahanan kapal ikan asing yang melanggar kedaulatan kita,” ucapnya.

Karena itu, dalam rangka misi kemanusian dan semangat Asean, pihaknya membantu mengevakuasi dan mendeportasi mereka ke negara asalnya.

“Kita bantu evakuasi dan mendeportasi mereka ke negara asal,” kata dia. (dan)