Batam Masih Zona Merah, Tim Posko Kepri Harus Action

0
96

Batam – L.O Satgas Covid-19 BNPB untuk Kepri, Laksma TNI (Purn) Didin Zainal Abidin, meninjau posko Covid-19 Kepri untuk Batam, di lantai 7 Gedung Graha Kepri, Batam, Jumat (12/6).

Zainal memberikan masukan agar Tim Posko Lawan Covid-19 Kepri di Batam untuk langsung action.

“Posko Covid-19 Kepri untuk Batam sudah bagus. Kami berharap dapat langsung action meningkatkan pengawasan bagi masyarakat di Batam,” puji Zainal.

Selain itu, Zainal juga memberi apresiasi pada tampilan data di Posko, dimana data sudah disajikan dengan baik.

“Masing-masing ada monitor untuk datanya. Tinggal lagi waktu pengiriman data untuk lebih konsisten dan sama angkanya dengan Batam,” ujar dia.

Zainal sampai di Posko Covid-19 Kepri Batam sekitar pukul 10.20 WIB. Dia disambut Sekretaris Tim Posko, Chris Triwinasis.

Berbagai hal tentang kelengkapan Posko disampaikan Chris kepada Zainal Abidin, termasuk kegiatan yang telah dilakukan.

Menurut Zainal, Batam dalam catatan Gugus Tugas pusat masih dalam zona merah. Maka itu, kewaspadaan tinggi tetap dijaga.

Sosialisasi tanpa putus dan pengawasan ketat kata dia harus diberlalukan karena dari seluruh Kabupaten/kota se-Kepri, tinggal Batam yang masih dalam zona merah.

Sementara Kabupaten Bintan, Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Karimun, ia katakan sudah di zona kuning, dan bahkan mendekati hijau.

“Terus lakukan sosialisasi protokol Covid-19 pada masyarakat. karena sampai hari ini masih banyak masyarakat yang tidak disiplin memakai masker, menjaga jarak dan kebersihan,” tambahnya.

Menurut Zainal, ada dua tempat yang perlu pengawasan ketat, yakni rumah ibadah dan pasar.

Khusus untuk rumah ibadah, tim Posko diminta untuk melakukan pendekatan kepada pengurusnya sehingga saat melakukan ibadah dapat memberlakukan protokol kesehatan.

Sementara untuk pasar, tim Posko harus berani melakukan shock terapi pada pedagang dan masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan Covid -19.

“Posko jangan hanya pusat data saja tetapi juga harus action di lapangan. Kuatkan sistem komando, sehingga kuat dan satu arahan dari atas sampai ke bawah,” pungkasnya. (*)