Rupiah Menguat, Dolar Singapura Masih di Atas Rp10 Ribu

0
121

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Singapura menguat di perdagangan pasar spot pagi ini. Namun dolar Singapura masih di atas Rp 10.000.

Pada Kamis (11/6/2020) pukul 10:27 WIB, SG$ 1 dihargai Rp 10.009,38. Rupiah menguat 0,5% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Kemarin, rupiah melemah nyaris 1% di hadapan mata uang Negeri Singa. Sejauh ini rupiah berhasil membalas dendam.

Sejumlah rilis data ekonomi terbaru di Singapura memang mengecewakan. Pada April 2020, penjualan ritel anjlok 40,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelummya (year-on-year/YoY). Penjualan ritel terus turun selama 15 bulan beruntun dan pada April adalah penurunan paling dalam sepanjang sejarah.

Kelesuan konsumsi rumah tangga juga tercermin dalam laju inflasi. Pada April, Singapura membukukan deflasi -0,7% YoY. Ini menjadi deflasi pertama sejak Oktober 2016, menunjukkan dunia usaha tidak berani menaikkan harga karena khawatir produknya tidak terjual akibat penurunan daya beli rumah tangga.

Kemudian pada April, inflasi di tingkat produsen Singapura juga mencatat deflasi -15,5% YoY. Lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar -9,3% YoY dan menjadi yang terdalam sejak September 2015.

Ada lagi, Pada April, penyaluran kredit baru di Singapura tercatat SG$ 689,7 miliar, turun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar SG$ 692,4 miliar. Angka April juga menjadi yang terendah sejak Oktober tahun lalu.

Berbagai data tersebut menunjukkan bahwa pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) benar-benar menghantam perekonomian Singapura dengan sangat keras.

Tidak heran Morgan Stanley memperkirakan Singapura menjadi salah satu negara yang ekonominya pulih paling akhir dari serangan virus yang bermula dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China tersebut.

Oleh karena itu, dolar Singapura ‘dihukum’ oleh pasar. Tekanan jual membuat mata uang ini melemah, termasuk di hadapan rupiah.

Sumber: CNBC Indonesia